Friday, July 29, 2011

Why must PNS?


Nama : Xyz
Cita-cita : PNS
Ada yang punya cita-cita jadi PNS? Ah,,pasti banyak,, ada yang salah dengan cita-cita menjadi seorang PNS? Awalnya tidak, dari  pengertian nya saja Pegawai Negeri Sipil atau jika dalam harfiah Inggris disebut Civil Servant yang artinya pembantu/pelayan masyarakat. Dulu, kalau denger cerita dari orang tua, orang dulu tuh jarang yang mau jadi PNS,,entah,,katanya gaji nya kecil,,ya kalau mereka merintis karir mereka dari awal memang dimulai dengan gajinya yang kecil,,but you know what nowdays? 

Hampir setiap orang tua ya bahkan anaknya sendiri mengidam-idamkan pekerjaan seperti ini. Kenapa PNS jadi pekerjaan yang sangat difavoritkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia?
Cuma satu yang saya tahu,,,terjamin dengan adanya segelimang gaji bahkan ketika pensiun pun dapat.
But honestly.. I wouldnt prefer to be a Civil Servant.. Why?
1. Idealisme?
Seorang dosen saya bercerita dalam perkuliahannya, buat kami mahasiswa yang cukup memiliki idealisme yang tinggi disarankan untuk tidak masuk dunia per-PNS-an. Beliau mengatakan tidak ada yang ideal untuk lingkungan kerja seperti ini. Jika saat ini kalian tetap ingin masuk dunia PNS dan tetap mempertahankan idealisme kalian, ya silahkan, tapi jangan merengek kalau ternyata kalian terbawa arus mereka. You know lah..awalnya ingin berbuat baik dan sesuai prosedur tapi tapi karena uang dan kekuasaan yang bicara,,,Mati lah,,,

2. No Inovation,,,
Ya,,ga ada inovasi untuk mengembangkan wilayah nya lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Males mikir. Selalu mengerjakan hal yang itu-itu mulu bedanya anggaran nya dari tahun ke tahun makin besar. kalo kalian PNS yang punya inovasi untuk lebih berkembang dan maju lagi, ya mudah-mudahan diterima tapi kalo ga,,ya wajar,,karena mereka lebih suka berdiam dan mengerjakan hal yang selalu sama.

3.Selalu menjadi kebanggan orang tua
Termasuk orang tua saya. Mereka bilang hidup saya akan terjamin dengan adanya gaji yang akan terus saya dapat bahkan ketika saya pensiun. Parahnya orang tua saya berniat menyiapkan sejumlah uang nantinya ketika saya tidak lolos nantinya jika mengikuti tes CPNS. WTF. No way. Sampai berbusa saya cerita tentang kelemahan Pegawai Negeri di Indonesia tetap tidak didengarnya. Ini membuktikan kalau mereka yakin anaknya yaitu saya tidak mampu bersaing dengan orang-orang di luar sana. Suatu penghinaan buat saya. Tapi saya tidak membenci mereka. Pemikiran orang tua saya kan lahir dari pemikiran ornag tua dahulu mereka. Ketika Bapak saya bangga menceritakan bahwa orang tua nya alias opung saya bangga karena anaknya setengahnya sudah menjadi orang ( PNS ),padahal bapak saya bukan PNS,, Orang tua say amemang bukan PNS tapi lingkungan kerja nya sangat erat dengan instansi pemerintah seperti Kantor BPN, Kantor Pajak, Kantor Pemda lainnya, dna mereka sangat tahu bahwa rata-rata pegawai-pegawai disana bobrok2 alias brainless, tapi kok ya masih aja nyuruh saya untuk tetap menjadi orang kaya mereka. Satu tahun lagi perkuliahan saya berakhir dan tentunya akan mencari pekerjaan, saya yakin orang tua saya menyuruh saya mendaftar menjadi CPNS, tapi mudah-mudahan sebelumnya saya sudah bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih prestisius lagi dari hanya sekedar seorang PNS ( bukan merendahkan ) dan bisa saya banggakan kepada kedua orang tua saya.

4.Ketika Otak bekerja sangat minim
Paling tidak diantara PNS lainnya yang paling cukup bekerja keras adalah guru dan pegawai pajak. Saya sempat melihat bagaimana kerasnya menjadi seorang pegawai pajak ( gak heran gaji nya besar ). Hanya memberi contoh, sebuah RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah ) baik nasional, provinsi, kota/kab dan rencana-rencana turunannya yang lain itu tidak dikerjakan oleh pegawai-pegawai yang bekerja di instansi terkait seperti dinas tata ruang. Mereka hanya mengatur jadwal pekerjaan, BUDGET, administrasi dan hal-hal sepele lainnya. Tapi untuk pengerjaan buku rencana serumit itu, merencanakan satu kota dengan segala kerumitannya,,siapa yang mengerjakannya? Para konsultan yang bukan seorang pegwai negeri sipil itu, mereka menurut saya orang-orang yang pintar karena menggunakan otaknya untuk bekerja semaksimal mungkin Ya..wajar kalau saya bilang bekerja menjadi seorang PNS adalah ketika kita memperkerjakan otak kita seminim mungkin.

5. Santai nya hidup ini
Jadi seorang PNS enaknya memang bisa santai dalam bekerja,,datnag ke kantor boleh sesuka hati ( kalau tidak ketahuan ), di kantor pun paling ( yg ibu2 ) ngegosip sambil ngerujak ( anjrot ) dan yg bapak2 ngerokok, main catur, main hape,dan yg ga penting lainnya. Mungkin mereka yang jobless itu kurang memahami apa sebenarnya pekerjaan mereka karena kebanyakan PNS juga ga halal2 amat,,banyak yang nyogok masuk sebuah instansi, titipan ilahi lah apa lah namanya, makanya " actually they dont really know what they should do". Huh,,pulang sekitar jam 4 sore,,bisa kok lebih awal pulangnya,,apalagi kalo hari Jumat,,selesai solat Jumat,,udah ga ada lagi yang kerja, sudah pada balik karena waktunya weekend,,,,

6. Seragam
Sungguh,,saya tidak suka seragamnya, tidak kebayang sampai umur 65 tahun pakai seragam itu.. Ya mungkin karena pegawai negeri jadi harus seragam untuk mempererat tali persaudaraan,,iya betul..

Kalau seperti ini, apa iya negara kita ini butuh orang-orang seperti mereka yang tidak inovatif dan hanya bisa menghabiskan uang negara untuk keluarga nya saja?

Kita punya sesuatu yang bisa kita berikan untuk perubahan bangsa ini. Tidak hanya berdiam dan statis.

Saya pribadi selalu gerah dengan peraturan2 tetek bengek si pemerintah yang terkadang gak masuk akal, saya berfikir bahwa yang membuat segala peraturan adalah pejabat pemerintah. memang benar, dan ada satu alasan yang membuat saya "oke deh jadi PNS ( Pejabat Pemerintah)" ketika saya akan membuat suatu kebijakan. Ya, punya kekuasaan untuk membuat kebijakan, saya sih  saat ini "objektif" dalam menilai masalah pembangunan wilayah yang notabene makanan saya sehari-hari di bangku kuliah,,ya itu tadi,,objektivitas dan idealisme seseorang akan luluh ketika berada di lingkungan pemeritahan yang pragmatis. Serba salah!!

No comments:

Post a Comment