Tuesday, July 26, 2011

What's the impact?

Saat diterjunkannya blog ini,saya sedang mengikuti 2 kegiatan sosial, yang pertama di gereja dan yang kedua di organisasi sosial lainnya. Keduanya sama-sama kegiatan sosial.
  • Di gereja saya sendiri, Komisi Pemuda nya tahun ini berencana mengadakan 3 acara  yg pertama Ibadah Paskah, Retreat dan Natal. Untuk Ibadah Paskah sudah sukses dilaksanakan , untuk kegiatan Retreat ongoing dan Natal untuk bulan Desember nanti. Dana yang dibutuhkan untuk ketiga acara ini hampir menginjak 29 juta-an.. 
  • Untuk di organisasi sosial yang satu lagi,,akan banyak kegiatan sosial yang dilakukan terkait dengan isu-isu global seperti kesehatan, pendidikan, HIV/AIDS, kemiskinan, kelaparan, gender, climate change dan lainnya. Selain mengadakan kegiatan sesuai kalender yg sudah ditentukan ( ada hari AIDS sedunia, hari Gender, hari bumi dan lainnya ) kami juga harus membuat suatu project kecil bersama teman leaders lainnya dalam kelompok sesuai isu global yang kami minati. project nya itu bisa beragam, contohnya untuk mengatasi buta huruf di wilayah X, maka kami ikut membantu mereka untuk dapat melek huruf,,bentuknya bisa berupa pengajaran,social campaign, bantuan alat tulis ataupun lainnya. Itu semua kami usahakan sendiri dengan bantuan fasilitator yang ada. Jika project kami mebutuhkan dana, ya kami harus mencari nya sendiri. 
Lalu kenapa?
Tulisan ini terinspirasi dari seorang teman saya, Ka Sari, dia temen gereja saya,,beberapa bulan lalu dia sempat menghubungi saya, sedikit menyampaikan perasaan nya tentang menjalani kegiatan pemuda di gereja kami. Walaupun kaget ternyata dia bercerita seperti itu. Dan mata saya pun terbelalak.

Intinya, apakah 3 kegiatan yang pemuda gereja lakukan dimana saya menjadi ketua acara 3 kegiatan tersebut yakin bahwa kegiatan-kegiatan itu akan memberikan dampak yang besar untuk perubahan pemuda di gereja kami? 29 juta bukan uang yang sedikit dan kami harus mencarinya dengan berbagai cara, dari jualan makanan tiap 2 kali sebulan di gereja tiap hari minggu, pesan antar makanan, pesan antar kebutuhan rumah tangga, jualan pulsa, minta ke donatur dan celengan tiap bulannya untuk semua pemuda. Whew,,What's the really purpose? Sadiskah kalau saya bilang semua ini hanya untuk jalan-jalan dan bersenang-senang seketika, kemudian sekembalinya atau setelah acara kami berubah? Tidak ada yang menjanjikan.
Kami selalu menggadang-gadangkan ini bentuk pelayanan kami kepada sesama. Tapi saya sendiri terkadang tidak merasakan dampak nya.

Sementara kami sedang sibuk mencari dana sekian juta untuk acara kami, saudara kita di luar sana masih sangat banyak yang sangat berkekurangan. Tidak makan, tidak mendapatkan pendidikan, sakit dan lainnya.

Bisa dibilang, dengan tulisan ini saya berbicara pada diri saya sendiri, bermanfaatkah untuk orang lain ke depan nya kegiatan ini? Atau hanya buang-buang energi, waktu dan materi saja. Sebagai ketua acara saya sudah berkomitmen untuk menyelesaikan tugas ini sampai akhir, tidak akan berhenti karena saya menulis hal seperti ini. Tidak juga menyalahkan orang lain, karena saya harus berkaca pada diri saya sendiri.

Melayani Tuhan adalah ketika saya melayani sesama apalagi  yang tidak seberuntung saya supaya mereka bisa menikmati berkat Nya. Pelayanan kepada Tuhan sesungguhnya adalah ketika keluar dari gereja dan kita bisa memberikan hal yang terbaik untuk sesama.

Dan nantinya saya harus berfikir lebih keras lagi jika akan mengadakan suatu kegiatan.. Does it give the big impacts?

Saya tidak menyesal dengan apa yang sudah saya lakukan sejauh ini. Jadi pembelajaran.
Bijaksana dengan apa yang sudah diamanatkan,,tidak menyia-nyiakannya.

No comments:

Post a Comment